LAPORAN
PRAKTIKUM UJIAN TENGAH SEMESTER
LAB
TEKNIK ROBOTIKA
Disusun Oleh : Alventus robert
romario hosio
Nama [13131287]
Jurusan Teknik Komputer
Akademi Manajemen Informatika dan
Komputer Bina Sarana Informatika
Jakarta
2014
Laporan ini Diajukan Oleh :
Kelas : 13.3B.07
Penulis : Alventus Robert Romario Hosio
Program
Studi : Teknik Komputer
Jenjang : Diploma
Tiga (D3)
Laporan : UTS
Untuk
diserahkan kepada bapak/ibu dosen lab teknik komputer priode semester ganjil
sebagai syarat memenuhi matakuliah lab teknik 1 dan memperoleh nilai uts pda
program diploma tiga (D3) jurusan teknik komputer di akademi manajemen
informatika dan komputer bina sarana informatika.
Jakarta
10 November 2014
DOSEN
ANDRY MAULANA,S.KOM ..............................
NILAI UTS/UAS ..............................
KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami
sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya
makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini
kami membahas “LAPORAN PRAKTIKUM UJIAN TENGAH SEMESTER”, suatu permasalahan
yang selalu dialami bagi masyarakat yang menggunakan media sosial utuk mengakses
suatu informasi dengan menggunakan internet.
Makalah ini dibuat dalam rangka
memperdalam pemahaman masalah keamanan
yang sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan keamanan dalam
memanfaatkan teknologi informasi terutama yang menggunakan internet dan
sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah
“LAB TEKNIK ROBOTIKA”.
Dalam proses pendalaman materi
security ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran,
untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan” : BPK. ANDRY
MAULANA, S.KOM, selaku dosen mata kuliah “LAB TEKNIK ROBOTIKA”, rekan-rekan
mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.
Demikian makalah ini saya buat
semoga memberikan faedah.
Jakarta,
10 November 2014.
Penulis
Alventus Hosio
ABSTRAKSI
Tujuan di
buatnya Makalah pengenalan pada berbagai jenis perangkat robotika di antaranya
Cara Menggunakan Multimeter bisa menjadi alternatif untuk orang-orang yang
berkutat di dunia servis handphone untuk pengecekan tegangan. Dalam melakukan
servis handphone, biasanya orang yang ingin mengecek hidup atau tidaknya
handphone mnggunakan batrei baru untuk mengetes bisa hidup atau tidak. Namun,
dizaman yang sudah berkembang ini & Sistem Minimum adalah sebuah rangkaian
paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut
bisa beroperasi dan diprogram. Dalam aplikasinya sistem minimum sering
dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu.
DAFTAR
ISI
JUDUL ....................................................................................................................................
I
LEMBAR
PENGESAHAN DOSEN DAN NILAI ........................................... 1
KATA
PENGANTAR ....................................................................................................
2
ABSTRAKSI ........................................................................................................................
3
DAFTAR
ISI ........................................................................................................................ 4
BAB
I PENDAHULUAN ...............................................................................................
5
1.4.Latar
Belakang ...........................................................................................................6
1.5.Maksud dan Tujuan ......................................................................................................6
1.6.Ruang Lingkup .............................................................................................................6
BAB
II LANDASAN TEORI ......................................................................................7
2.4.Komponen Aktif ...........................................................................................................7
2.5.Komponen Pasif ............................................................................................................11
2.6.Alat Ukur AVOMETER ...............................................................................................15
BAB
III PEMBAHASAN ...............................................................................................16
3.4.PROJECT 1 ADAPTOR ...............................................................................................16
3.5.PROJECT 2 GERBANG LOGIKA ..............................................................................18
3.6.PROJECT 3 SISTEM MINIMUM ATMEGA
AVR ....................................................22
BAB
IV PENUTUP ...........................................................................................................28
4.3.KESIMPULAN .............................................................................................................28
4.4.SARAN .........................................................................................................................28
DAFTAR
PUSTAKA .......................................................................................................29
DAFTAR
RIWAYAT KELOMPOK .......................................................................30
LAMPIRAN ...........................................................................................................................31
BAB
I PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi
mikroelektronika dewasa ini sangat pesat sekali, hal ini dapat di ukur dari
banyaknya peralatan- peralatan yang dulu bekerja secara elektro mekanis
sekarang ini bekerja secara elektronik. Walaupun dalam hal-hal khusus system
elektro mekanis tidak dapat di gantikan dengan elektromekanika.
Salah satu produk
yang menggunakan teknologi ini adalah mikrokontroller
1.5.Maksud dan
Tujuan
Maksud dan Tujuannya di buat makalah ini untuk lebih mengenal
jauh tentang Teknik Robotika yang berkaitan dengan Komponen Pasif dan Komponen
Aktif Gerbang Logika Serta Alat Ukur
AVOMETER & Sistem Minimum ATMEGA AVR.
1.6.Ruang Lingkup
Ruang Lingkupnya Pengenalan Pada Komponen-Komponen
Mikrokontroler serta dapat memahami bentuk-bentuk gerbang logika serta
pembuatan Sistem Minimum ATMEGA AVR & berbagai jenis ADAPTOR berserta
fungsinya.
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1.Komponen Aktif
1. Dioda (Diode)
Diode adalah
Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke
satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari
2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
1. Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan
berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
2. Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian
setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan
tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
3. LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat
memancarkan cahaya monokromatik.
4. Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga
sering digunakan sebagai Sensor.
5. Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang
berfungsi sebagai pengendali .
6. Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser.
Dioda Laser sering disingkat dengan LD.
Gambar dan Simbol
Dioda:
2. Transistor
Transistor
merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan
Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik
modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus,
sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal,
Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu
Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya,
Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction
Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide
Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.
Gambar dan Simbol
Transistor :
3. IC (Integrated
Circuit)
IC
(Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari
gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang
diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3
(tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai
dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC
adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan
Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap
ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.
Gambar dan Simbol
IC (Integrated Circuit) :
4. Saklar (Switch)
Saklar adalah
Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik.
Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam
peralatan Elektronika.
Gambar dan Simbol
Saklar (Switch) :
2.5.Komponen Pasif
Berikut ini
merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Pasif yang sering digunakan dalam
Peralatan Elektronika beserta simbolnya.
1. Resistor
Resistor atau
disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi
untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika.
Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya
diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan
Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau
Resistance.
Jenis-jenis
Resistor diantaranya adalah :
1. Resistor yang Nilainya Tetap
2. Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga
dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
3. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya,
Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
4. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor
jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC
(Negative Temperature Coefficient)
Gambar dan Simbol
Resistor :
2. Kapasitor
(Capacitor)
Kapasitor
atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang
dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi
Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada
rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di
dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor
(Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
1. Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada
bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor
Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
2. Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan
Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte
Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
3. Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut
dengan Variable Capasitor.
Gambar dan Simbol
Kapasitor :
3. Induktor
(Inductor)
Induktor atau
disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang
berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel
(Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian
Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio.
Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
1. Induktor yang nilainya tetap
2. Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil
Variable.
Gambar dan Simbol
Induktor :
2.6.Penggunaan Alat Ukur
AVOMETER
Cara Menggunakan Multimeter bisa menjadi alternatif untuk orang-orang
yang berkutat di dunia servis handphone untuk pengecekan tegangan. Dalam
melakukan servis handphone, biasanya orang yang ingin mengecek hidup atau
tidaknya handphone mnggunakan batrei baru untuk mengetes bisa hidup atau tidak.
Namun, dizaman yang sudah berkembang ini. Multimeter digunakan untuk mengukur
suatu tegangan dari sebuah handphone yang mati. Apabila tegangan tidak mampu
mencapai standart yang diinginkan, maka besar kemungkinan bahwa handphone yang
mempunyai voltase rendah itu tidak bisa diservis dan harus mengganti IC power
yang baru agar pengangkatan sumber daya listrik handphone bisa terangkat dan
bisa dihidupkan kembali.
Gambar Cara Menggunakan Multimeter
Multimeter tidak banyak diketahui oleh orang orang
karena barangnya yang sangat langka dan jarang sekali dijual dipasaran.
Multimeter nampaknya menjadi barang yang khusus hanya untuk sebagian orang yang
mengenal tentang kelistrikan saja. Namun, multimeter berubah fungsi dari yang
hanya sebagai pengukur volt dari suatu benda, menjadi pendeteksi ‘nyawa’ dari
handphone. Untuk itu, multimeter sangatlah banyak digunakan oleh orang yang
menyediakan jasa untuk servis handphone. Cara menggunakan multimeter sebenarnya
cukuplah mudah. Kumparan min dan plus harus sesui dengan tenaga dari handphone
yaitu port batrei. Dari port batrei itulah biasanya orang akan tahu berapa lama
umur handphone agar bisa diperbaiki dari mati total atau matot.
Untuk lebih jelasnya, cara
menggunakan multimeter adalah
seabgai berikut., pertama tama saklar multimeter diputar keatas dan anak panah
dari multimeter harus menghadap ke atas tepatnya R x Ohm.Atur sampai jarum
multimeter menunjukan angka nol pada saat kabel penghubung menunjukan angka nol
pada multimeter putar tombol yang berada di tengah multimeter dan harus menyesuaikan
lagi agar bisa dalam posisi nol. Selanjutnya lihat jarum dan apabila bergerak
dan tidak kembali pada posisi nol, maka alat yang ditest tersebut mempunyai
umur yang masih baik. Namun apabila sudah dihubungkan tetapi masih menunjukan
angka nol berarti alat yang di test bisa dipastikan rusak dan tidak ada tenaga
untuk menghidupkan benda tersebut.
BAB III PEMBAHASAN
3.4.PROJECT 1 ADAPTOR
Adaptor adalah sebuah rangkaian
elektronika yang dapat mengubah tegangan AC menjadi DC. Rangkaian ini adalah
alternatif pengganti dari sumber tegangan DC, misalnya batu baterai dan
accumulator. Keuntungan dari adaptor dibanding dengan batu baterai atau accumulator
adalah sangat praktis berhubungan dengan ketersediaan tegangan karena adaptor
dapat di ambil dari sumber tegangan AC yang ada di rumah, di mana pada jaman
sekarang ini setiap rumah sudah menggunakan listrik. Selain itu, adaptor
mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas asal ada tegangan AC, tegangan AC
ini sudah merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. BAGIAN-BAGIAN
Adaptor sederhana terdiri dari :
1. Bagian input tegangan yang merupakan
bagian yang berfungsi sebagai penghubung sumber tegangan AC dari stop kontak
yang ada di dalam rumah. Bagian ini terdiri dari jack/steker dan kabel
input.
Stop Kontak adalah konektor sumber
tegangan AC dari listrik PLN yang digunakan untuk menyalurkan tegangan pada
adaptor melalui kabel input tegangan
2. Bagian Penurun Tegangan yang
berfungsi untuk menurunkan tegangan AC 220 Volt menjadi tegangan yang lebih
kecil, misalnya 3 volt, 4,5 volt, 6 volt, 7,5 volt, 9 volt, atau 12 volt. Untuk
memilih output tegangan ini digunakan rotary switch/saklar puter/saklar 1 induk
6 anak. Trafo yang digunakan adalah jenis step down, dapat menggunakan trafo
dengan arus 500 mA (mili Ampere).
Tegangan input sebesar 220V lalu masuk ke tegangan output trafo menjadi
lebih kecil : 3 V, 4,5 V, dll.
3. Bagian Penyearah, yaitu mengubah
tegangan AC menjadi tegangan DC. Komponen utamanya adalah dioda. Dioda yang
digunakan berjumlah 4 dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk jembatan
dioda atau bridge dioda.
Bridge Dioda dengan menggunakan 4 Dioda yang dirangkai sedemikian rupa
sehingga dapat menghasilkan tegangan DC (-) dan (+)
Gambar fhisik Trafo
4. Bagian Filter atau penyaring yang
berfungsi untuk menghilangkan tegangan AC yang masih lewat. Efek dari tegangan
AC yang lewat ini adalah munculnya suara dengung. Komponen yang dibutuhkan
antara lain IC penstabil tegangan dan elco 5. Bagian Output Tegangan yang
berfungsi sebagi keluaran tegangan berupa tegangan DC. Besar keluaran tegangan
DC ini sesuai dengan tegangan output pada trafo step down yang diatur oleh
rotary switc sesuai yang diinginkan. Rangkaian ini sangat sederhana, PCB-nya
sangat mudah di cari di pasaran. Komponen sebagai pelengkap antara lain : 1. Lampu pilot sebagai lampu indikator yang
mana digunakan sebagai kontrol apakah input tegangan sudah masuk atau
belum. 2. Sekring yang berfungsi sebagai
keamanan apabila ada hubung singkat. 3.
Saklar on/off yang berfungsi untuk memutus arus jika sudah tidak dimanfaatkan
untuk mengaktifkan rangkaian elektronika.
3.5.PROJECT 2 GERBANG LOGIKA
Gerbang Logika adalah
rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi
hanya menghasilkan
satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah.
Dikarenakan analisis
gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang
logika sering juga
disebut Rangkaian logika.
Macam-Macam Gerbang
Logika :
Gerbang AND
|
1.
Gerbang
AND
Gerbang AND akan berlogika 1 atau
keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan / inputannya berlogika 1,
namun apabila semua atau salah satu masukannya berlogika 0 maka outputnya akan
berlogika 0. Tabel Kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
2.
Gerbang
OR
Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.
Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.
Gambar Gerbang OR
|
3.
Tabel Kebenaran
Tabel Kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
4.
5.
Gerbang
NOT
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya.
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya.
Gambar Gerbang NOT
|
6.
Tabel
Kebenaran
Input
|
Output
|
0
|
1
|
1
|
0
|
7.
Gerbang
NAND
Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0.
Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0.
Gambar Gerbang NAND
|
8.
TABEL KEBENARAN
TABEL KEBENARAN
Input A
|
Input B
|
Output
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
9.
10.
Gerbang
NOR
Gerbang NOR merupakan gerbang logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0, dan outpunya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya inputannya berlogika 1.
Gerbang NOR merupakan gerbang logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0, dan outpunya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya inputannya berlogika 1.
Gambar Gerbang NOR
|
11.
Tabel
Kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output Y
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
12.
13.
Gerbang
XOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0.
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0.
Tabel
Kebenaran
Gambar Gerbang XOR
|
Input A
|
Input B
|
Output X
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
14.
Gerbang
XNOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Gerbang XNOR
|
15.
Tabel Kebenaran
Tabel Kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output X
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
3.6.PROJECT 3 SISTEM MINIMUM
ATMEGA AVR
Sistem
Minimum adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah
mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram.
Dalam aplikasinya sistem minimum sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk
tujuan tertentu. Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat sistem
minimum mikrokontroler, yaitu:
Power Supply
Semua
komponen elektronika membutuhkan power supply atau sering juga disebut catu
daya. Mikrokontroler beroprasi pada tegangan 5 volt. Biasanya pembuatan
catu daya mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 agar tegangannya bisa
stabil.
Osilator
(Pembangkit Frekuensi)
Pada
dasarnya mikrokontroler memiliki sifat seperti manusia. Kalau manusia memiliki
jantung untuk bisa hidup maka mikrokontroler memiliki osilator untuk bisa
beroprasi. Mikrokontroler sendiri sudah memiliki osilator internal yaitu
sebesar 8Mhz tetapi kadang kala agar kinerja mikronkontroler lebih cepat
osilator internal tidak bisa menangani kasus tersebut. Oleh karena itu
dibutuhkan osilator eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari 8Mhz. Perlu
diperhatikan mikrokontroler hanya bisa beroprasi sampai 16 Mhz. jadi kalau
memilih krsital untuk AVR tidak boleh lebih dari 16Mhz.
ISP (In-System Programmable)
Sistem
Minimum Mikrokontroler dibuat untuk di program. Prinsipnya
mikrokontroler bisa diprogram secara parallel atau secara seri. Pemrograman
mikrokontroler secara seri atau lebih dikenal dengan ISP tidak perlu memerlukan
banyak jalur data. Tapi ISP memiliki kelemahan, jika salah setting fuse bit
yang memiliki fungsi fital misal pin reset di disable maka alamat DEH sudah
tidak bisa digunakan lagi. Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi, harus
menggunakan pemrograman tipe parallel (high voltage programming).
Rangkaian
Reset
Rangkaian
reset sama fungsinya dengan rangkaian reset pada komputer. Fungsi reset di
mikrokontroler yaitu untuk merestart program, sehingga kembali ke program awal.
Penggunaan reset pada mikrokontroler opsional, bisa di pake atau nggak
tergantung si pengguna.
Berikut Gambar Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler
Rangkaian
Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S1051
Rangkaian
Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51
Rangkaian
Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATmega8(L)
Rangkaian Sistem Minimum
Mikrokontroler AVR ATMEGA8515(L)
Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8535(L)
Rangkaian
Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATtiny2313(V)
Share this:
BAB IV PENUTUP
4.3.KESIMPULAN
Kesimpulannya kita
dapat membedakan antara komponen aktif & komponen pasif serta contohnya,dapat
mengetahui tentang cara pengunaan alat ukur AVOMETER,pengenalan tentang
Adaptor,jenis – jenis dari Gerbang Logika & Pembuatan Sistem Minimun ATMEGA
AVR.
4.4.SARAN
Menyadari bahwa
penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan
details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang
lebih banyak yang tentu tidak dapat di pertanggung jawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Winoto, Ardi. Mikrokontroler
AVR ATmega8/16/32/8535 dan
Pemrogramannya
dengan Bahasa C pada WinAVR. Informatika,
Bandung.2008.
[2] Harara, Era, sistem
pendeteksi kebocoran dan pengamanan dini
pada kompor
Liquid Petrolium Gas (LPG) berbasis (Field
Programmable
Gate Arrays) FPGA,
STIKOM-Surabaya, 2007.
[3] Heryanto, Ary. Adi, Wisnu,
2008, Pemrograman Bahasa C untuk
Mikrokontroler
ATmega8535, Andi,
Yogyakarta.
[4] Anonim, Mengenal Gas LPG,
www.aptogaz.com, 2007.
[5] Anonim, ATmega16 Datasheet,
pdf1.alldatasheet.com/datasheetpdf/
view/78532/ATMEL/ATMega.html.
DAFTAR RIWAYAT KELOMPOK
A.
Biodata Mahasiswa
N.I.M :
13131287
Nama Lengkap : Alventus Robert Romario Hosio
Tempat & Tanggal Lahir : Jayapura 4 agustus 1994
Alamat Lengkap : Apartemen mediterania 1 tanjung duren
jakarta barat
B.
Riwayat Pendidikan Formal dan Non-Formal
1. SDN :Angkatan
2006
2. SLTPN :
Angkatan 2009
3. SMA :
Angkatan 2012
Jakarta, 10 November 2014
Alventus
Hosio
LAMPIRAN
Daftar Lampiran
Komponen Aktif Hal : 7
Komponen Pasif Hal
: 11
Penggunaan Alat Ukur AVOMETER Hal
: 15
Adaptor Hal
: 16
Gerbang Logika Hal
: 18
Sistem Minimun ATMEGA AVR Hal
: 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar anda sangat membantu blog saya agar lebih maju terus,,thank you