LAPORAN PRAKTIKUM UJIAN TENGAH SEMESTER LAB TEKNIK ROBOTIKA

LAPORAN PRAKTIKUM UJIAN TENGAH SEMESTER
LAB TEKNIK ROBOTIKA




Disusun Oleh : Alventus robert romario hosio
Nama [13131287]


Jurusan Teknik Komputer
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Jakarta
2014



Laporan ini Diajukan Oleh :
Kelas                           :  13.3B.07
Penulis                        : Alventus Robert Romario Hosio                                                             
Program Studi             : Teknik Komputer
Jenjang                        : Diploma Tiga  (D3)
Laporan                       : UTS


Untuk diserahkan kepada bapak/ibu dosen lab teknik komputer priode semester ganjil sebagai syarat memenuhi matakuliah lab teknik 1 dan memperoleh nilai uts pda program diploma tiga (D3) jurusan teknik komputer di akademi manajemen informatika dan komputer bina sarana informatika.



Jakarta 10 November 2014


DOSEN

ANDRY MAULANA,S.KOM                                                                      ..............................

NILAI UTS/UAS                                                                                           ..............................






KATA PENGANTAR


Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “LAPORAN PRAKTIKUM UJIAN TENGAH SEMESTER”, suatu permasalahan yang selalu dialami bagi masyarakat yang menggunakan media sosial utuk mengakses suatu informasi dengan menggunakan internet.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah keamanan  yang sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan keamanan dalam memanfaatkan teknologi informasi terutama yang menggunakan internet dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “LAB TEKNIK ROBOTIKA”.

Dalam proses pendalaman materi security ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan” : BPK. ANDRY MAULANA, S.KOM, selaku dosen mata kuliah “LAB TEKNIK ROBOTIKA”, rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.

Demikian makalah ini saya buat semoga memberikan faedah.


                                                                                                            Jakarta, 10 November 2014.
                                                                                                                        Penulis

                                                                                                                        Alventus Hosio
                                                                                                           

ABSTRAKSI


Tujuan di buatnya Makalah pengenalan pada berbagai jenis perangkat robotika di antaranya Cara Menggunakan Multimeter bisa menjadi alternatif untuk orang-orang yang berkutat di dunia servis handphone untuk pengecekan tegangan. Dalam melakukan servis handphone, biasanya orang yang ingin mengecek hidup atau tidaknya handphone mnggunakan batrei baru untuk mengetes bisa hidup atau tidak. Namun, dizaman yang sudah berkembang ini & Sistem Minimum adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram. Dalam aplikasinya sistem minimum sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu.




DAFTAR ISI

JUDUL   .................................................................................................................................... I
LEMBAR PENGESAHAN DOSEN DAN NILAI   ........................................... 1
KATA PENGANTAR   ....................................................................................................  2
ABSTRAKSI   ........................................................................................................................ 3
DAFTAR ISI   ........................................................................................................................ 4
BAB I PENDAHULUAN   ............................................................................................... 5
        1.4.Latar Belakang    ...........................................................................................................6 
          1.5.Maksud dan Tujuan   ......................................................................................................6 
          1.6.Ruang Lingkup   .............................................................................................................6 
BAB II LANDASAN TEORI   ......................................................................................7 
        2.4.Komponen Aktif   ...........................................................................................................7 
          2.5.Komponen Pasif   ............................................................................................................11 
          2.6.Alat Ukur AVOMETER   ...............................................................................................15 
BAB III PEMBAHASAN   ...............................................................................................16 
          3.4.PROJECT 1 ADAPTOR   ...............................................................................................16
          3.5.PROJECT 2 GERBANG LOGIKA   ..............................................................................18 
          3.6.PROJECT 3 SISTEM MINIMUM ATMEGA AVR   ....................................................22 
BAB IV PENUTUP   ...........................................................................................................28 
          4.3.KESIMPULAN   .............................................................................................................28 
          4.4.SARAN   .........................................................................................................................28 
DAFTAR PUSTAKA   .......................................................................................................29 
DAFTAR RIWAYAT KELOMPOK   .......................................................................30 
LAMPIRAN   ...........................................................................................................................31 

BAB I PENDAHULUAN


            Perkembangan teknologi mikroelektronika dewasa ini sangat pesat sekali, hal ini dapat di ukur dari banyaknya peralatan- peralatan yang dulu bekerja secara elektro mekanis sekarang ini bekerja secara elektronik. Walaupun dalam hal-hal khusus system elektro mekanis tidak dapat di gantikan dengan elektromekanika.
Salah satu produk yang menggunakan teknologi ini adalah mikrokontroller




















1.5.Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuannya di buat makalah ini untuk lebih mengenal jauh tentang Teknik Robotika yang berkaitan dengan Komponen Pasif dan Komponen Aktif  Gerbang Logika Serta Alat Ukur AVOMETER & Sistem Minimum ATMEGA AVR.



1.6.Ruang Lingkup

Ruang Lingkupnya Pengenalan Pada Komponen-Komponen Mikrokontroler serta dapat memahami bentuk-bentuk gerbang logika serta pembuatan Sistem Minimum ATMEGA AVR & berbagai jenis ADAPTOR berserta fungsinya.













BAB II LANDASAN TEORI


2.1.Komponen Aktif


1. Dioda (Diode)
Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
1.     Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
2.     Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
3.     LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
4.     Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
5.     Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
6.     Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.




Gambar dan Simbol Dioda:
2. Transistor
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.

Gambar dan Simbol Transistor :

3. IC (Integrated Circuit)
IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.



Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit) :

4. Saklar (Switch)
Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.
Gambar dan Simbol Saklar (Switch) :



2.5.Komponen Pasif

Berikut ini merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Pasif yang sering digunakan dalam Peralatan Elektronika beserta simbolnya.
1. Resistor
Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.
Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :
1.     Resistor yang Nilainya Tetap
2.     Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
3.     Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
4.     Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)






Gambar dan Simbol Resistor :

2. Kapasitor (Capacitor)
Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
1.     Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
2.     Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
3.     Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

Gambar dan Simbol Kapasitor :

3. Induktor (Inductor)
Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
1.     Induktor yang nilainya tetap
2.     Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

Gambar dan Simbol Induktor :















2.6.Penggunaan Alat Ukur AVOMETER


Cara Menggunakan Multimeter bisa menjadi alternatif untuk orang-orang yang berkutat di dunia servis handphone untuk pengecekan tegangan. Dalam melakukan servis handphone, biasanya orang yang ingin mengecek hidup atau tidaknya handphone mnggunakan batrei baru untuk mengetes bisa hidup atau tidak. Namun, dizaman yang sudah berkembang ini. Multimeter digunakan untuk mengukur suatu tegangan dari sebuah handphone yang mati. Apabila tegangan tidak mampu mencapai standart yang diinginkan, maka besar kemungkinan bahwa handphone yang mempunyai voltase rendah itu tidak bisa diservis dan harus mengganti IC power yang baru agar pengangkatan sumber daya listrik handphone bisa terangkat dan bisa dihidupkan kembali.

Gambar Cara Menggunakan Multimeter


Multimeter tidak banyak diketahui oleh orang orang karena barangnya yang sangat langka dan jarang sekali dijual dipasaran. Multimeter nampaknya menjadi barang yang khusus hanya untuk sebagian orang yang mengenal tentang kelistrikan saja. Namun, multimeter berubah fungsi dari yang hanya sebagai pengukur volt dari suatu benda, menjadi pendeteksi ‘nyawa’ dari handphone. Untuk itu, multimeter sangatlah banyak digunakan oleh orang yang menyediakan jasa untuk servis handphone. Cara menggunakan multimeter sebenarnya cukuplah mudah. Kumparan min dan plus harus sesui dengan tenaga dari handphone yaitu port batrei. Dari port batrei itulah biasanya orang akan tahu berapa lama umur handphone agar bisa diperbaiki dari mati total atau matot.
Untuk lebih jelasnya, cara menggunakan multimeter adalah seabgai berikut., pertama tama saklar multimeter diputar keatas dan anak panah dari multimeter harus menghadap ke atas tepatnya R x Ohm.Atur sampai jarum multimeter menunjukan angka nol pada saat kabel penghubung menunjukan angka nol pada multimeter putar tombol yang berada di tengah multimeter dan harus menyesuaikan lagi agar bisa dalam posisi nol. Selanjutnya lihat jarum dan apabila bergerak dan tidak kembali pada posisi nol, maka alat yang ditest tersebut mempunyai umur yang masih baik. Namun apabila sudah dihubungkan tetapi masih menunjukan angka nol berarti alat yang di test bisa dipastikan rusak dan tidak ada tenaga untuk menghidupkan benda tersebut.

BAB III PEMBAHASAN


3.4.PROJECT 1 ADAPTOR



Adaptor adalah sebuah rangkaian elektronika yang dapat mengubah tegangan AC menjadi DC. Rangkaian ini adalah alternatif pengganti dari sumber tegangan DC, misalnya batu baterai dan accumulator. Keuntungan dari adaptor dibanding dengan batu baterai atau accumulator adalah sangat praktis berhubungan dengan ketersediaan tegangan karena adaptor dapat di ambil dari sumber tegangan AC yang ada di rumah, di mana pada jaman sekarang ini setiap rumah sudah menggunakan listrik. Selain itu, adaptor mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas asal ada tegangan AC, tegangan AC ini sudah merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia.  BAGIAN-BAGIAN

Adaptor sederhana terdiri dari :
1. Bagian input tegangan yang merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghubung sumber tegangan AC dari stop kontak yang ada di dalam rumah. Bagian ini terdiri dari jack/steker dan kabel input.  

Stop Kontak adalah konektor  sumber tegangan AC dari listrik PLN yang digunakan untuk menyalurkan tegangan pada adaptor melalui kabel input tegangan


2. Bagian Penurun Tegangan yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC 220 Volt menjadi tegangan yang lebih kecil, misalnya 3 volt, 4,5 volt, 6 volt, 7,5 volt, 9 volt, atau 12 volt. Untuk memilih output tegangan ini digunakan rotary switch/saklar puter/saklar 1 induk 6 anak. Trafo yang digunakan adalah jenis step down, dapat menggunakan trafo dengan arus 500 mA (mili Ampere).

Tegangan input sebesar 220V lalu masuk ke tegangan output trafo menjadi lebih kecil : 3 V, 4,5 V, dll.


3. Bagian Penyearah, yaitu mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Komponen utamanya adalah dioda. Dioda yang digunakan berjumlah 4 dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk jembatan dioda atau bridge dioda.

Bridge Dioda dengan menggunakan 4 Dioda yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan tegangan DC (-) dan (+)


Gambar fhisik Trafo

4. Bagian Filter atau penyaring yang berfungsi untuk menghilangkan tegangan AC yang masih lewat. Efek dari tegangan AC yang lewat ini adalah munculnya suara dengung. Komponen yang dibutuhkan antara lain IC penstabil tegangan dan elco 5. Bagian Output Tegangan yang berfungsi sebagi keluaran tegangan berupa tegangan DC. Besar keluaran tegangan DC ini sesuai dengan tegangan output pada trafo step down yang diatur oleh rotary switc sesuai yang diinginkan. Rangkaian ini sangat sederhana, PCB-nya sangat mudah di cari di pasaran. Komponen sebagai pelengkap antara lain :  1. Lampu pilot sebagai lampu indikator yang mana digunakan sebagai kontrol apakah input tegangan sudah masuk atau belum.  2. Sekring yang berfungsi sebagai keamanan apabila ada hubung singkat.  3. Saklar on/off yang berfungsi untuk memutus arus jika sudah tidak dimanfaatkan untuk mengaktifkan rangkaian elektronika.








3.5.PROJECT 2 GERBANG LOGIKA


Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi
hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah.
Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang
logika sering juga disebut Rangkaian logika.

Macam-Macam Gerbang Logika :

Gerbang AND

1.            Gerbang AND
Gerbang AND akan berlogika 1 atau keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan / inputannya berlogika 1, namun apabila semua atau salah satu masukannya berlogika 0 maka outputnya akan berlogika 0.      Tabel Kebenaran 
  Input A  
  Input B  
  Output  
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
2.                  Gerbang OR
Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.
Gambar Gerbang OR
3.                 


       Tabel Kebenaran
  Input A 
  Input B 
  Output  
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
4.                   
5.                  Gerbang NOT
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya. 
Gambar Gerbang NOT
6.                  Tabel Kebenaran 
    Input      
   Output     
0
1
1
0



7.            Gerbang NAND
Gerbang NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau salah satu inputannya bernilai 0. 
Gambar Gerbang NAND
8.           
            TABEL KEBENARAN
   Input A  
   Input B  
   Output  
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
9.                   
10.          Gerbang NOR
Gerbang NOR merupakan gerbang logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila semua inputannya bernilai 0, dan outpunya akan berlogika 0 apabila semua atau salah satu inputannya inputannya berlogika 1.
Gambar Gerbang NOR
11.                  Tabel Kebenaran 
  Input A  
  Input B  
  Output Y   
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0
12.           
13.          Gerbang XOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0.
          Tabel Kebenaran
Gambar Gerbang XOR

  Input A  
  Input B 
  Output X   
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0







14.          Gerbang XNOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.

Gerbang XNOR
15.             
          Tabel Kebenaran
  Input A  
  Input B 
  Output X   
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
1
































3.6.PROJECT 3 SISTEM MINIMUM ATMEGA AVR


Sistem Minimum adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram. Dalam aplikasinya sistem minimum sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu. Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat sistem minimum mikrokontroler, yaitu:

Power Supply

Semua komponen elektronika membutuhkan power supply atau sering juga disebut catu daya.  Mikrokontroler beroprasi pada tegangan 5 volt. Biasanya pembuatan catu daya mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 agar tegangannya bisa stabil.
Gambar: Regulator 7805

Osilator (Pembangkit Frekuensi)

Pada dasarnya mikrokontroler memiliki sifat seperti manusia. Kalau manusia memiliki jantung untuk bisa hidup maka mikrokontroler memiliki osilator untuk bisa beroprasi. Mikrokontroler sendiri sudah memiliki osilator internal yaitu sebesar 8Mhz tetapi kadang kala agar kinerja mikronkontroler lebih cepat osilator internal tidak bisa menangani kasus tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan osilator eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari 8Mhz. Perlu diperhatikan mikrokontroler hanya bisa beroprasi sampai 16 Mhz. jadi kalau memilih krsital untuk AVR tidak boleh lebih dari 16Mhz.
Gambar: Kristal 16 MHz

ISP (In-System Programmable)

Sistem Minimum Mikrokontroler dibuat untuk di program. Prinsipnya mikrokontroler bisa diprogram secara parallel atau secara seri. Pemrograman mikrokontroler secara seri atau lebih dikenal dengan ISP tidak perlu memerlukan banyak jalur data. Tapi ISP memiliki kelemahan, jika salah setting fuse bit yang memiliki fungsi fital misal pin reset di disable maka alamat DEH sudah tidak bisa digunakan lagi. Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi, harus menggunakan pemrograman tipe parallel (high voltage programming).
Gambar: Settingan Port ISP

Rangkaian Reset

Rangkaian reset sama fungsinya dengan rangkaian reset pada komputer. Fungsi reset di mikrokontroler yaitu untuk merestart program, sehingga kembali ke program awal. Penggunaan reset pada mikrokontroler opsional, bisa di pake atau nggak tergantung si pengguna.

Berikut Gambar Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler

Gambar: Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S1051

(Rangkaian Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler AT89S2051, dan AT89S4051)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51

(Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler AT89S52, AT89S53, AT89S54, dan AT89S55)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATmega8(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8515(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8535(L)

(Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler ATMEGA16(L), ATMEGA32(L), ATMEGA163(L), dan ATMEGA323(L)

Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATtiny2313(V)

Share this:


BAB IV PENUTUP



4.3.KESIMPULAN


Kesimpulannya kita dapat membedakan antara komponen aktif & komponen pasif serta contohnya,dapat mengetahui tentang cara pengunaan alat ukur AVOMETER,pengenalan tentang Adaptor,jenis – jenis dari Gerbang Logika & Pembuatan Sistem Minimun ATMEGA AVR.



4.4.SARAN


Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentu tidak dapat di pertanggung jawabkan.


























DAFTAR PUSTAKA


[1] Winoto, Ardi. Mikrokontroler AVR ATmega8/16/32/8535 dan
Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR. Informatika,
Bandung.2008.

[2] Harara, Era, sistem pendeteksi kebocoran dan pengamanan dini
pada kompor Liquid Petrolium Gas (LPG) berbasis (Field
Programmable Gate Arrays) FPGA, STIKOM-Surabaya, 2007.

[3] Heryanto, Ary. Adi, Wisnu, 2008, Pemrograman Bahasa C untuk
Mikrokontroler ATmega8535, Andi, Yogyakarta.

[4] Anonim, Mengenal Gas LPG, www.aptogaz.com, 2007.

[5] Anonim, ATmega16 Datasheet, pdf1.alldatasheet.com/datasheetpdf/
view/78532/ATMEL/ATMega.html.

























DAFTAR RIWAYAT KELOMPOK

A. Biodata Mahasiswa
     N.I.M                                              : 13131287
     Nama Lengkap                               : Alventus Robert Romario Hosio
     Tempat & Tanggal Lahir                 : Jayapura 4 agustus 1994
     Alamat Lengkap                             : Apartemen mediterania 1 tanjung duren jakarta barat

B. Riwayat Pendidikan Formal dan Non-Formal
      1. SDN       :Angkatan 2006
      2. SLTPN   : Angkatan 2009
      3. SMA      : Angkatan 2012  
















Jakarta, 10 November 2014 

                                                                                                                          Alventus Hosio

LAMPIRAN

Daftar Lampiran



Komponen Aktif                                                                                 Hal :     7
Komponen Pasif                                                                                  Hal :     11
Penggunaan Alat Ukur AVOMETER                                                   Hal :     15
Adaptor                                                                                               Hal :     16
Gerbang Logika                                                                                   Hal :     18

Sistem Minimun ATMEGA AVR                                                         Hal :     22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar anda sangat membantu blog saya agar lebih maju terus,,thank you